Prosedur Berperkara

Administrator | Minggu, 24 Februari 2013 - 13:40:05 WIT | dibaca: 2214 pembaca

PENGADILAN AGAMA KELAS II MANOKWARI

 

No. Prosedure Berperkara
Lihat/Unduh
1. Tingkat Pertama
2. Tingkat Banding
3. Tingkat Kasasi
4. Peninjauan Kembali

 

Catatan :

- Untuk Perkara lain-lain yang tidak termasuk dalam daftar di atas bisa dilihat/dibaca langkah-langkahnya seperti yang tertera dibawah ini:

 

Langkah-langkah yang harus dilakukan :

1.   Penggugat / Pemohon datang ke Pengadilan Agama Manokwari mengajukan Gugatan / Permohonan secara tertulis atau lisan bagi yang tidak pandai membaca dan menulis (buta huruf) ke bagian Penerimaan Perkara untuk dibuatkan surat Gugatan / Permohonan yang di tanda tangani oleh Ketua Pengadilan Agama / Hakim yang ditunjuk.

2.  Penggugat / Pemohon membayar Panjar Biaya Perkara di BRI Unit Manokwari yang besarnya sesuai dengan taksiran Meja I berdasarkan PP RI No.53 Tahun 2008 dan SK Bersama Ketua Pengadilan Agama dan Ketua Pengadilan Negeri Manokwari Nomor : ..... Tanggal ...............

3.  Menyerahkan bukti pembayaran Panjar Biaya Perkara dari BRI Unit Gagas ke Meja I untuk selanjutnya dibuatkan SKUM(Surat Kuasa Untuk Membayar) dan dimasukkan dalam berkas perkara setelah diberi stempel lunas satu lembar dan kepada pihak penggugat / pemohon satu lembar

4.  Penggugat / Pemohon yang tidak dapat membuat gugatan / permohonan sendiri dibantu pembuatannya oleh Meja I  berdasarkan cerita / keterangan penggugat / pemohon sendiri yang sebelum di tanda tangani terlebih dahulu  dibacakan secara keseluruhan tanpa dipungut biaya.

5.Penggugat / Pemohon selanjutnya menyerahkan surat gugatan / permohonan yang disertai dengan bukti pembayaran (SKUM) kepada Meja II untuk didaftarkan dalam Register Induk Perkara yang dikelola oleh Meja II. dan selanjutnya petugas meja II menyerahkan satu surat gugatan / permohonan kepada penggugat / pemohon.

6.Penggugat / Pemohon pulang ketempat tinggalnya dan menunggu panggilan sidang yang akan disampaikan oleh juru sita ke alamat penggugat / pemohon minimal 3 hari sebelum sidang. Jika Pengugat / pemohon ketika disampaikan panggilan sidang oleh jurusita kealamatnya tidak bertemu maka panggilan disampaikan melalui kepala desa atau lurah wilayah tempat tinggal penggugat / pemohon.

7.  Penggugat / Pemohon datang ke Pengedalian Agama Labuha sesuai dengan panggilan sidang dan mendaftarkan diri untuk menghadiri sidang.

8.Penggugat / Pemohon menunggu antrian sidang sesuai dengan nomor urut antrian sidang.

 

Persyaratan Mengajukan Gugatan / Permohonan Perceraian antara lain :

 

  1. Fotocopy kutipan Akta Nikah / duplikatnya sebanyak 1 lembar dan fotocopy KTP Penggugat / Pemohon yang masih berlaku sebanyak 1 lembar, masing-masing fotocopy diberi materai Rp. 6.000,- dan di legalisasi (legis) di Kantor Pos.
  2. Surat Keterangan Ghaib yang dibuat oleh Kepala Desa setempat (jika Tergugat / Termohon tidak diketahui alamatnya)
  3. Surat ijin dari atasan (jika Penggugat / Pemohon PNS/TNI/POLRI)
  4. Surat Keterangan tidak mampu yang dibuat Kepala Desa setempat dan diketahui oleh Camat. (Jika Penggugat / Pemohon warga tidak mampu/miskin)
  5. Surat Kuasa Khusus (jika Penggugat / Pemohon telah menguasakan kepada Pengacara / Advokat, dan Surat Kuasa Insidentil jika Penggugat / Pemohon menguasakan kepada keluarga yang disertai dengan Surat Ijin Berperkara dari Ketua Pengadilan Agama Labuha)
  6. Membayar Panjar Biaya Perkara di Bank BRI Unit Labuha sesuai dengan taksiran oleh Meja I
  7.